Selasa, 18 Maret 2014
FUTSAL KARTAR RW IV KEMAYORAN
Kemayoran -' DI DALAM TUBUH YANG SEHAT TERDAPAT JIWA YANG KUAT' semboyan itulah yang dipegang oleh warga Gresik PPI Kel.Kemayoran. selain mangadakan senam rutin minggu pagi, bapak-bapak bersama Kartar juga rutin berolahraga bersama yaitu FUTSAL.
Kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari Sabtu malam di lapangan Futsal Giant yang letaknya tidak jauh dari Gresik PPI.melalui pengurus RW setempat KIM Krembangan mendapatkan informasi bahwa hal ini dilakukan selain untuk menjaga kesehatan juga menjalin kedekatan antara Pengurus RW dengan Kartar , karena Moment ini sering di jadikan Media untuk tukar pendapat antara penguru RW dengan Kartar setempat.
Posting by. KIMKREMBANGAN
Kasus Balita Kaki membusuk (sumber info puskesmas Krembangan Selatan)
Krembangan - Berita mengenai Balita Renalda mengalami Penyakit aneh yang notabenenya adalah warga Kec.Kecamatan sudah meluas melalui Pemberitaan Media .untuk itu sekedar meluruskan Pemberitaannya kami dari KIM.Kecamatan Krembangan akan menyampaikan Kronologi awal kejadiannya sampai Balita Renalda di bawah ke Rumah Sakit DR.SUTOMO. supaya Masyarakat/warga paham seluk beluk kejadiaanya dan mendapatkan penjelasan/berita yang tidak simpang siur.
KIM.KECAMATAN KREMBANGAN mendapatkan informasi ini dari Kepala Puskesmas Selatan yang disampaikan oleh Kasie Kesra Kecamatan Krembangan.
Berikut Kronologi Kasus Balita Renalda :
12 Desember 2013
Awal mula kejadian, pasien jatuh dari sepeda di depan
rumah, tidak langsung dibawa periksa.
Tanggal 14 Desember 2013
Keluarga membawa anaknya ke klinik St. Ana di jl. Dupak
Rukun. Di St. Ana disarankan ke Rumah Sakit. Dan keluarga memutuskan membawa ke
RS Karang Tembok Sby jam 11.00 WIB dihari yang sama.Kondisi saat dibawa ke RS
Karang Tembok, kaki masih utuh hanya berwarna merah kehitaman di betis kanan
kiri. Pihak RS menyarankan segera ke RSU dr. Soewandhi karena tidak dapat
menangani. Dan keluarga langsung membawa anak tersebut ke RSUdr.Soewandhi di
hari yang sama.
Setelah dilakukan pemeriksaan di RSU dr. Soewandhi, pihak
RS menyarankan langsung ke RSUD dr. Soetomo. Dan keluarga membawanya langsung
ke RSUD. Pihak RSUD dr. Soetomo langsung menyarankan rawat inap.
Tanggal 17 desember 2013 orang tua balita datang ke puskesmas krembangan
selatan untuk meminta surat rujukan atas nama balita tersebut. Pasien tidak
dibawa karena sudah MRS di RSUD dr.
Soetomo surabaya sejak
Karena pasien tidak membawa surat keterangan MRS dari RSUD
dr. Soetomo, dan hanya mengatakan kaki balita bengkak. Maka dokter puskesmas
krembangan selatan memberikan rujukan dengan diagnosa oedema kaki.
Minggu, 16 Maret 2014
BHAKTI SOSIAL
Krembangan: Pada hari sabtu jam 09.00 - 11.00 tanggal 15 maret 2014 para siswa siswi sekolah SMP 1 Surabaya melakukan kegiatan bhakti sosial berupa pembagian sembako kepada fakir miskin / duafa yang berjumlah 300 orang isi sembako tersebut per satu paket antara lain 5 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng dan 1 kaleng susu indomilk, acara ini dilaksanakan dan bertempat di RW 3 kelurahan dupak kecamatan krembangan.(em.ab)
Sabtu, 15 Maret 2014
Wajah Baru Eks Lokalisasi Bangunsari
Wajah Baru Eks Lokalisasi Dupak Bangunsari
19 Januari 2014
Pemerintah Kota Surabaya saat meresmikan Dupak Bangunsari sebagai kampung bekas prostitusi
(21/12). Bekas lokalisasi Dupak Bangunsari Surabaya sudah menanggalkan
wajah lamanya.
BEKAS lokalisasi Dupak Bangunsari Surabaya sudah menanggalkan wajah lamanya. Saat ini tidak ada lagi warung yang menjajakan minuman keras, rumah-rumah yang beralih fungsi menjadi wisma, serta Pekerja Seks Komersial (PSK) wara-wiri.
Saat ini, Pesantren dan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) berdiri kokoh di Dupak Bangunsari. Warganya yang dulu berjualan minuman keras sekarang beralih berjualan makanan. Rumah yang dulu disewakan menjadi wisma, sekarang dikontrakan sebagai tempat tinggal. Sedangkan PSK-nya banyak yang memilih kembali ke daerah asalnya.
Sejak ditutup akhir 2012 lalu, kampung ini terus berbenah. Kegiatan keagamaan rutin diadakan. Bahkan Dupak Bangunsari dijadikan lokasi penyelenggaraan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) IX. Kampung yang dulu dikenal lokalisasi Bangunsari itu pun riuh oleh sekitar 2.000 anak usia TK dan SD dari sekitar 300 TPA di Surabaya.
Hari ini, Minggu (19/01) mereka mengikuti berbagai lomba dari Nasyid, pidato Bahasa Arab, Peragaan Sholat, Cerdas Cermat Al Quran, Lomba Tartil, Mewarnai, Kaligrafi, dan lain-lain. Meskipun dimulai sejak pagi, peserta masih tampak bersemangat hingga siang hari. Dengan busana muslim berwarna-warni, peserta seperti tidak sabar menunjukkan kebolehannya di atas panggung.
Ketua panitia FASI IX, Ahmad Fadholi mengatakan penyelenggaraan acara ini di kampung eks lokalisasi sekaligus ingin menunjukkan dukungan kepada Pemerintah Kota Surabaya yang berencana menutup semua lokalisasi di kota tersebut. "Kebetulan Dupak Bangunsari ini menjadi pilot project tersebut di Surabaya," ujar Fadholi.
Direktur LPP SDM DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Surabaya ini menambahkan, kegiatan kali ini sekaligus ingin menunjukkan perubahan wajah Dupak Bangunsari.
Pada masa jayanya sekitar 1980-an, di RW 4 Dupak Bangunsari, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan Surabaya ini terdapat sekitar 3.000 PSK yang tersebar di 15 RT. Dupak Bangunsari menjadi kawasan merah yang cukup terkenal karena dekat Pelabuhan Tanjung Perak dan menjadi lokasi transit favorit Anak Buah Kapal. Karena besarnya bisnis prostitusi di kawasan ini, jabatan RW menjadi bergengsi dan bahkan diperebutkan karena pasti mendapat upeti dari pekerjanya.
Tokoh masyarakat Dupak Bangunsari, Khoiron Syu'aib mengatakan, sebelum resmi ditutup Pemkot Surabaya pada Desember 2012, sebagian warga sebenarnya sudah merintis jalan perubahan. Di antaranya mengadakan pengajian santapan rohani setiap Jumat sore sejak 1985.
Semakin lama, jumlah PSK di tempat ini semakin berkurang hingga hanya menyisakan 135 orang PSK di dua RT saja. Ditambah lagi adanya program dari Gubernur Jawa Timur pada 2011 yang mencanangkan Jatim Makmur Bebas Asusila. Akhirnya Pemkot Surabaya pun menindaklanjutinya dengan menutup satu demi satu lokalisasi di Surabaya dengan Dupak Bangunsari menjadi pilot project.
Warga RW 4 Dupak Bangunsari, Nia mengatakan kegiatan Islami seperti FASI diharapkan bisa memupus habis kesan Dupak Bangunsari yang terlanjur negatif. "Apalagi kalau ada yang melantunkan ayat-ayat Al Quran, kami harap kehidupan di sini bisa jadi jauh lebih baik," ujarnya.
di postkan oleh : KIM KREMBANGAN
sumber berita : Aggraini (Praja Jayanti) | Vriana Indriasari
BEKAS lokalisasi Dupak Bangunsari Surabaya sudah menanggalkan wajah lamanya. Saat ini tidak ada lagi warung yang menjajakan minuman keras, rumah-rumah yang beralih fungsi menjadi wisma, serta Pekerja Seks Komersial (PSK) wara-wiri.
Saat ini, Pesantren dan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) berdiri kokoh di Dupak Bangunsari. Warganya yang dulu berjualan minuman keras sekarang beralih berjualan makanan. Rumah yang dulu disewakan menjadi wisma, sekarang dikontrakan sebagai tempat tinggal. Sedangkan PSK-nya banyak yang memilih kembali ke daerah asalnya.
Sejak ditutup akhir 2012 lalu, kampung ini terus berbenah. Kegiatan keagamaan rutin diadakan. Bahkan Dupak Bangunsari dijadikan lokasi penyelenggaraan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) IX. Kampung yang dulu dikenal lokalisasi Bangunsari itu pun riuh oleh sekitar 2.000 anak usia TK dan SD dari sekitar 300 TPA di Surabaya.
Hari ini, Minggu (19/01) mereka mengikuti berbagai lomba dari Nasyid, pidato Bahasa Arab, Peragaan Sholat, Cerdas Cermat Al Quran, Lomba Tartil, Mewarnai, Kaligrafi, dan lain-lain. Meskipun dimulai sejak pagi, peserta masih tampak bersemangat hingga siang hari. Dengan busana muslim berwarna-warni, peserta seperti tidak sabar menunjukkan kebolehannya di atas panggung.
Ketua panitia FASI IX, Ahmad Fadholi mengatakan penyelenggaraan acara ini di kampung eks lokalisasi sekaligus ingin menunjukkan dukungan kepada Pemerintah Kota Surabaya yang berencana menutup semua lokalisasi di kota tersebut. "Kebetulan Dupak Bangunsari ini menjadi pilot project tersebut di Surabaya," ujar Fadholi.
Direktur LPP SDM DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Surabaya ini menambahkan, kegiatan kali ini sekaligus ingin menunjukkan perubahan wajah Dupak Bangunsari.
Pada masa jayanya sekitar 1980-an, di RW 4 Dupak Bangunsari, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan Surabaya ini terdapat sekitar 3.000 PSK yang tersebar di 15 RT. Dupak Bangunsari menjadi kawasan merah yang cukup terkenal karena dekat Pelabuhan Tanjung Perak dan menjadi lokasi transit favorit Anak Buah Kapal. Karena besarnya bisnis prostitusi di kawasan ini, jabatan RW menjadi bergengsi dan bahkan diperebutkan karena pasti mendapat upeti dari pekerjanya.
Tokoh masyarakat Dupak Bangunsari, Khoiron Syu'aib mengatakan, sebelum resmi ditutup Pemkot Surabaya pada Desember 2012, sebagian warga sebenarnya sudah merintis jalan perubahan. Di antaranya mengadakan pengajian santapan rohani setiap Jumat sore sejak 1985.
Semakin lama, jumlah PSK di tempat ini semakin berkurang hingga hanya menyisakan 135 orang PSK di dua RT saja. Ditambah lagi adanya program dari Gubernur Jawa Timur pada 2011 yang mencanangkan Jatim Makmur Bebas Asusila. Akhirnya Pemkot Surabaya pun menindaklanjutinya dengan menutup satu demi satu lokalisasi di Surabaya dengan Dupak Bangunsari menjadi pilot project.
Warga RW 4 Dupak Bangunsari, Nia mengatakan kegiatan Islami seperti FASI diharapkan bisa memupus habis kesan Dupak Bangunsari yang terlanjur negatif. "Apalagi kalau ada yang melantunkan ayat-ayat Al Quran, kami harap kehidupan di sini bisa jadi jauh lebih baik," ujarnya.
di postkan oleh : KIM KREMBANGAN
sumber berita : Aggraini (Praja Jayanti) | Vriana Indriasari
Pengurus KIM Krembangan
SUSUNAN PENGURUS
KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (
KIM )
AMANAH DAN SEJAHTERA (MANTRA)
KECAMATAN KREMBANGAN KOTA
SURABAYA
TAHUN : 2014 – 2017
PELINDUNG :
CAMAT
:
KASI SOSIAL & PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
KETUA :
ABD. ROCHMAN, S.Ag
SEKRETARIS :
DICKY BASTIAN
WAKIL SEKRETARIS :
MUJIATI
BENDAHARA :
WATINI
BIDANG BIDANG
PENDIDIKAN & KESEHATAN :
FALEH FANANI, ST.
:
SUBECHTININGSIH
:
KEMBANG
ORGANISASI, SDM & PERLUASAN
LAPANGAN KERJA :
ANDRIYANSAH
:
AGUS SUKARJANTO
:
TRI KUSUMAWATI
PENANGGULANGAN KEMISKINAN,
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN
LINGKUNGAN HIDUP :
JOKO SUDARTO, SH, SE.
:
WILLY
: SRI SOEKO
INDAH
:
KUSTINI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI, PENYE-
RAPAN POTENSI ASPIRASI MASYARAKAT :
TUKUL BINTORO
:
AHMAD HIDAYAT
:
RIYANAH
Langganan:
Postingan (Atom)



